Menilik Kisah Hidup Desainer Jenius Dunia, Alexander McQueen

Di dunia fashion dan untuk para pecinta fashion, nama Alexander McQueen sudah bukan nama yang asing lagi. Alexander McQueen merupakan salah satu desainer dengan karya yang sudah diakui seluruh dunia. Terbukti dengan labelnya yang sampai saat ini masih berjaya dengan berjejer bersama butik kelas high end lainnya. Semua karya dari Alexander McQueen selalu di apresiasi oleh pakar pecinta dan kritikus fashion dunia karena selalu mampu menampilkan desain yang segar dan berbeda sehingga tak heran jika karyanya selalu banyak ditunggu.

Jika dilihat sepintas saja, kepopuleran dan kejeniusannya dalam bidang fashion yang mampu melambungkan namanya di kancah dunia ini tentu mampu membuatnya hidup dalam gelimang harta, kemewahan dan kebahagiaan lantaran suksesnya. Namun siapa yang menyangka, jika hal ini ternyata sungguh berbeda dengan apa yang dirasakannya sehingga di tahun 2010 lalu, Alexander McQueen memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri. Kematiannya ini sangat menggemparkan dunia mode dan tentunya para penggemar karyanya.

Kematian Alexander McQueen merupakan pukulan telak untuk dunia mode karena tidak ada yang menyangka jika sang jenius dalam dunia fashion tutup usia dengan cara demikian tragis. Fashion yang diusungnya bahkan seolah tak pernah mati hingga saat ini dan masih berada di jajaran brand top dunia kelas atas. Namun melalui buku biografi dengan judul “Alexander McQueen: Blood Beneath The Skin” ternyata terungkaplah berbagai macam cobaan dan sisi kelam yang dimiliki oleh sang desainer dari Inggris tersebut.

Mcq Alexander McQueen merupakan fashion brand dari seorang desainer kenamaan Lee Alexander McQueen dan berdiri di tahun 1992. Isabella Bow adalah orang yang merekomendasikan nama tengah tersebut untuk dijadikan sebagai label pada mereknya. Ciri khas desain dari Alexander McQueen adalah perpaduan dari elemen kontras dengan kerapuhan yang penuh kekuatan, tradisi modernitas dan keluwesan serta ketajaman. Ciri inilah yang menjadikan desain dari semua karyanya selalu apik, original dan ditunggu oleh kalangan pecinta fashion dunia.

Di satu titik dalam kehidupannya, Alexander McQueen berusaha untuk mengubah tampilannya. Namun ternyata di usia ke-30, Ia justru semakin tidak nyaman dengan bayangan diri yang ditemuinya di cermin. Salah satu hal yang selalu menjadi perhatiannya adalah masalah berat badan. Sebagai pemimpin dari label ternama, tentu penampilan menjadi prioritas nomor satu untuknya sehingga harus selalu tampil dengan sempurna. Berbagai upaya pun dilakukannya dengan berbenah diri, sedot lemak dengan harga puluhan juta rupiah hingga operasi untuk membatasi asupan makanannya dan masih banyak lagi.

Mungkin dari sinilah awal masa kelam di hidupnya. Meski di depan kamera Ia selalu tampak baik menampilkan sisi kehidupannya dengan wajah gembira dengan tampilan maksimalnya. Alexander McQueen selalu berkata jika tampilannya tersebut adalah berkat konsumsi makanan sehat serta olahraga yang dilakukannya. Di tahun 2000, Alexander McQueen mendapatkan kontrak dari Gucci senilai US$ 30 juta atau setara 380 milyar rupiah yang menjadikannya selebriti desainer sehingga mampu mendapatkan tempat VIP dimanapun Ia berada dengan penghasilan fantastis.

Namun ternyata uang bukanlah hal yang bisa membuatnya kemudian hidup dengan bahagia karena justru Alexander McQueen kerapkali lepas kontrol. Setiap malam Ia berpesta dengan kokain dan alkohol yang selalu dilibatkan. Konsumsi obat terlarang ini jugalah yang membuatnya menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya dimana obat tersebut seolah hanya dijadikan pelarian atas depresi yang dirasakannya terkait permasalahan hidup dan pikiran yang membayanginya. Desainer yang lulur dari Central Saint Martin’s ini pun bahkan kerapkali marah, berteriak dan bahkan tak sungkan melemparkan barang kepada para pegawainya. Di rumah pun Ia terserang paranoia.

Beberapa orang terdekatnya bahkan pernah melihatnya duduk berjam-jam di dalam gelap karena Ia berharap dapat melihat hantu. Karena keterpurukannya, Ia kemudian menjadi terobsesi akan kematian sehingga di show pada tahun 2007, Alexander McQueen bahkan menampilkan gambar darah, tengkorak sampai majalah Vogue membatalkan rencananya untuk mengangkat Alexander McQueen dalam rubrik. Di tahun 2009, Alexander McQueen bahkan pernah bicara kepada seorang teman dimana Ia telah mendesain koleksi terakhir dan akan melakukan bunuh diri ketika fashion show berlangsung dengan cara menembak diri di dalam kotak kaca.

Pada tahun 2009 itu juga, Alexander McQueen pernah mengalami overdosis namun masih dapat selamat. Kedua kalinya overdosis, Ia ternyata masih bisa selamat dari maut. Ternyata overdosis ini tidak membuatnya berhenti terobsesi pada kematian. Namun pada Februari 2010, kematian Ibunya karena gagal ginjal ternyata membuatnya tidak dapat menerima kehidupan lagi. Ia sangat terpukul akan kondisi ini sehingga diputuskannya 11 Februari 2010 menjadi hari kematiannya dengan cara gantung diri, dimana hari itu adalah sehari sebelum Ibunya dimakamkan.

Kepergian sang desainer ini pun meninggalkan banyak harta dengan nilai 1 juta poundsterling dalam bentuk karya seni, sekitar 6 juta poundsterling dalam bentuk properti serta lebih dari 11 juta poundsterling dalam bentuk saham. Meski memang Alexander McQueen telah tiada, namun publik hingga kini masih dapat menikmati karya-karya dari rumah modenya yang terus berjalan. Sudah banyak selebriti papan atas dunia yang memakai karya rancangannya. Bahkan Kate Middleton, sang putri dari Inggris juga menggunakan gaun rancangan rumah mode ini ketika pernikahannya.

Salah satu gaun yang paling bersejarah karya Alexander McQueen bahkan pernah dilelang dan terjual dengan harga 35.000 poundsterling atau setara 500 jutaan rupiah yang berarti jika dunia fashion masih terus menghargai karya fenomenal yang dibuatnya. Koleksi ini sangat historis dan berbeda karena terinspirasi dari orang Yoruba kuno di Nigeria yang menggabungkan unsur dari suku Yoruba dan bulu hewan sehingga memiliki desain amat tinggi.

Sejarah panjang dari sang penemu brand top dunia ini memang tidak pernah membosankan untuk dikulik. Hal ini lantaran kehidupan para desainer terutama yang sudah populer dan berkelas dunia seperti Alexander McQueen ini kerapkali membuat banyak publik penasaran lantaran gelimang harta yang dimilikinya. Meski memang sang desainer fenomenal dan jenius ini telah tiada, rumah mode Alexander McQueen ini tetap mampu bertahan di jajaran brand top dunia dengan mengusung beragam desain rancangan yang didasarkan pada filosofisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *